PERTEMUAN YANG
BERAKHIR
Kota takengon adalah kota yang indah.Di kota kecil
ini seseorang bisa memperoleh ketenangan,kedamaian,keramahan,dan persahabatan.
Seperti yang ku dapatkan dan fira,aku adalah gadis yang bernama kiswani usia ku
12 tahun asli tanah gayo kota takengon.
Salah satu kota yang berada di aceh. fira juga gadis yang berusia12 tahun asli
takengon.aku tinggal di desa jongok
meluem kecamatan kebayakan, dan fira tinggal di desa bukit kecamatan kebayakan. Di kecamatan kebayakan
ada sekolah SMP yg bernama SMP NEGERI 13
TAKENGON . aku bersekolah disana sejak tahun 2009. Dan aku tidak mengenal
siapa itu fira.
Suara ayam jantan menyambut fajar
menandakan pagi telah menjelang, aku bersiap-siap berangkat ke sekolah.
Setibanya di sekolah aku bertemu dengan teman dekat ku yang bernama ike dan
suci, disana kami berbincang-bincang, lalu suci berkata ’’kiswani sepertinya
hari ini ada murid baru, tadi aku mendengar ibu guru berbincang-bincang’’ aku dan ike hanya terdiam. Bel masuk
berbunyi,tetapi ketika kami mau masuk ke dalam kelas, ibu guru memanggil dan
meminta tolong.’’dapatkah kalian membantu ibu mencuci piring di kantor’’. kami
pun pergi ke kantor dan membantu guru-guru disana, tiba-tiba datang seorang
gadis yang berbadan tinggi,dan berisi. Lalu aku bertanya’’nama kamu siapa?????’’. Dan gadis itu hanya tersenyum tidak
menjawab sepatah kata pun. Setelah mencuci piring selesai kami pun masuk ke
kelas dan mulai belajar.
Bel istirahat pun berbunyi, tiga
sekawan pergi ke kantin, dan aku melihat gadis pendiam tidak pergi ke
mana-mana, lalu aku mengajak gadis
pendiam ke kantin, di perjalanan menuju ke kantin aku bertanya kepada gadis
pendiam ‘’ mengapa kamu tidak mau menyebutkan siapa nama mu di sa’at aku
bertanya tadi’’, gadis pendiam pun menjawab
’’aku
bukan tidak mau menjawab tapi aku malu,nama aku fira’’. Dan aku pun hanya
terdiam.
Bel
pulang berbunyi, dan seluruh murid pun berkemas-kemas, tetapi ada beberapa
murid yang tidak pulang termasuk aku,suci,dan ike . mereka tidak pulang karena
besok akan ada perlomba’an membaca puisi,jadi kami berlatih. Tetapi ketika fira
mau beranjak pulang,aku memanggil dan berkata’’fira nanti aja pulang, gimana
kalau kita latihan puisi bersama’’ fira hanya tersenyum dan tidak jadi untuk
beranjak pulang. Disa’at aku membacakan puisi ku yg berjudulkan
“SAHABAT SELAMANYA”
Sahabat ……….
Terasa dari hati yang paling dalam
Terucap dari lisan yang menawan
Sahabat …….
Tidak dapat di permainkan
Tidak dapat di lupakan
Sekarang dan selamanya
Suka………duka…….kita rasakan
Pahit manisnya persahabatan kita lewati
Kita lalui walau penuh tantangan dan rintangan..
Sahabat ku,,,,,
Berdiri aku di depan mu
Menatap wajah-wajah mu
Dan terucap di bibir ku
Kaulah sahabat untuk selamanya……^_^ by:kiswani
Fira mendengarkan puisi tersebut,dan
barkata’’ dapatkah aku menjadi sahabatmu untuk selamanya ???’’. aku tersenyum
dan menjawab ‘’kamu akan menjadi sahabatku sekarang dan untuk slamanya’’
Keesokan harinya, pertandingan puisi
di mulai, tapi sayang fira tidak dapat mengikuti perlomba’an puisi karena ia
sudah terlambat mendaftar. Fira biasa saja dan dia berharap semoga aku dapat
memenangkan perlombaan puisi tersebut. Setelah pembaca’an puisi selesai,aku
mengatakan bahwa apabila aku memenangkan perlomba’an puisi aku akan mengajak
teman-teman ku makan di kantin dan yang pasti aku yang bayarin.
Pembacaan pemenang pun di umum kan.
Tapi sayang aku kalah. Dan aku pun merasa kecewa,tapi fira menyemangati
ku,sampai aku tidak sedih lagi. Fira adalah sahabat ku semenjak fira masuk ke
SMP.
Bertahun-tahun berlalu,persahabatan
kami pun semakin menggebu, hingga sekarang kami telah berumur 14 tahun.dan
sa’atnya pembagian rapot sekaligus pembagian kelas. Ternyata fira dan aku
berbeda kelas. Sedangkan aku,suci,dan ike satu kelas , tetapi aku dan suci lagi
tidak baikan dengan ike. Akhirnya aku pun mengatakan kepada ibu guru bahwa fira
harus satu kelas dengan ku, karena aku tidak bisa jauh dari fira sahabat dekat
ku, fira pun di pindahkan ke kelas yg di duduki oleh ku,dan suci, sedangkan ike
pindah ke kelas yg di duduki oleh fira sebelumnya.
Beberapa bulan pun berlalu,ujian
tengah semester(UTS) pun di mulai, aku,Fira,dan Suci pun sangat serius untuk
menghadapi ujian,kami blajar dengan sungguh-sungguh dan berharap lulus dalam
ujian, ujian di adakan pada 5 hari yaitu hari senin sampai hari jum’at, pada
hari rabu ujian yang ke tiga , ternyata fira sedang sakit tetapi fira tidak mau
memberi tahu pada siapa pun termasuk aku dan suci, dan orang tuanya sendiri.
Tibala ujian hari terakhir yaitu
hari jum’at. Pada hari itu sakitnya fira luar biasa , di sa’at itu lah dia
mengeluh kesakitan, sebenarnya fira adalah gadis yang tidak suka mengeluh, dia
selalu bertahan dengan apa yang ia rasakan, dia tidak ingin membuat orang lain
merasa gelisah akan dirinya,fira adalah gadis yang luar biasa, tapi di hari
jum’at itu dia mengeluh dan mengeluh, aku dan suci pun merasa khawatir akan
dirinya, dan aku berkata pada fira
’’
fir gimana kalau kamu pulang aja,aku yang akan meminta ijin pada guru piket’’
tetapi
fira tidak mau pulang karena dia ingin meneruskan ujiannya yang sedikit lagi
akan selesai.
Bel pulang berbunyi , semua murid
bergegas untuk pulang,tetapi fira tidak sanggup bangun dari tempat duduknya,aku
sahabatnya merasa ke bingungan apa yang harus aku lakukan, sedangkan fira hanya
mengatakan , ‘’perut ku sakit’’!!!!!!!,
suci berusaha menelpon orang tuanya,dan orang tua fira pun datang ke sekolah
untuk menjemput fira, fira pun pulang dengan wajah yang pucat,aku dan suci
merasa sedih.
Pada malam harinya , fira menelpon
ku dan mengatakan
,’’kiswani
mungkin aku besok tidak bisa datang sekolah aku berharap kamu dapat memberi tau
guru dan teman-teman’’.
aku pun menjawab dengan rasa sedih, aku pasti tidak akan bisa tanpa fira, fira
sahabat terbaik ku, yang selalu ada dalam suka dan duka ku, di sa’at pagi hari
aku memulai hari ku tanpa senyuman karena sahabat ku tidak ada di sisi ku,.
Sepulangnya aku dari sekolah, fira
pun menelpon ku , dia mengatakan kepada ku bahwa pada hari minggu dia akan
datang ke rumah ku untuk bermain. Aku dengan senang hati menjawab bahwa aku
akan menunggu fira sampai fira datang.
Keesokan
harinya aku pun menunggu fira, tetapi sampai sore hari fira tak kunjung datang,
aku merasa sedih,gelisah, memikirkan fira ,apakah sakit fira makin parah atau
bagaimana..????
Pada malam harinya yaitu malam
senin, aku tidak bisa tidur, aku hanya memikirkan fira, ternyata fira menyuruh
orang tuanya untuk menelpon ku, tetapi orang tuanya mengatakan,,
,’’
jangan malam ini fira mungkin kiswani sudah tidur,besok pagi kita akan
menelponnya’’
,
dan fira hanya menjawab, ‘’ ia bu’’,
dan
ternyata malam itu adalah malam terakhir fira mengucapkan nama ku , azal pun
menjemputnya.
Pagi harinya orang tua fira menelpon
ku dan mengatakan,
‘’ kiswani fira udah pergi meninggalkan kita
untuk selamanya’’.
Aku
hanya terdiam dan meneteskan air mata, dan aku tidak yakin dengan apa yang di
katakana oleh orang tua fira, terbangun aku dari tidur ku dan berjalan menuju
ke dapur dan mengatakan kepada ibu dan ayah ku
,’’
buk ,yah ,,fira telah pergi meninggalkan aku untuk selamanya’’,,,
ayah
ku langsung menyuruh ku untuk mengganti baju ku dan bergegas menuju rumah fira,
Di perjalanan menuju rumah fira, aku
menagis meneteskan air mata ku, aku menyesal,,,karena di sa’at fira sedang
sakit aku tidak datang untuk menjenguk fira, setibanya aku di rumah fira , aku
langsung menuju jasad nya fira, dan mencium,memeluk sahabat yg aku cintai, orang tua fira
berteriak histeris ketika melihat ku, karena wajah ku hampir mirip dengan fira,
dan karena aku adalah sahabat terdekat fira.aku benar-benar menyesal karena
Disa’at fira sakit aku tidak menjenguk fira
Disa’at
jasad fira terbaring kaku , aku menyempatkan diri untuk berangkat ke
sekolah,betapa bodohnya aku.
Disa’at
jasad fira hendak di shalat kan, aku tidak khusyuk dalam melaksanakan shalat
Masih
banyak lagi hal-hal bodoh yang ku lakukan ,, L
Jasad
fira telah di kuburkan, senyuman yang dulu ada di bibir ku,canda dan tawa kini
telah hilang,telah sirna di telan bumi.
Kini fira telah pergi, dan
persahabatan kami akan tetap abadi, dan aku berbaikan dengan ike, karena tiada
hal yang indah tanpa sahabat.
‘’kini aku diangkat sebagai anak oleh orang tua
fira, begitu juga dengan aku……..’’
kini
hidup ku dan teman-teman ku berjalan seperti biasa walau di dalam hati masih
ada rasa rindu.dan fira tidak mungkin dapat kami lupakan sampai kapan pun, ia
adalah sahabat terbaik dari yang paling terbaik.
‘’sahabat
jangan di lupakan walau ajal menjemput karena sahabat selalu di hati sebagai
penyemangat dalam suka dan duka.’’
By: kiswani
Tidak ada komentar:
Posting Komentar