Jumat, 10 Maret 2017



PERTEMUAN YANG BERAKHIR
Kota takengon adalah kota yang indah.Di kota kecil ini seseorang bisa memperoleh ketenangan,kedamaian,keramahan,dan persahabatan. Seperti yang ku dapatkan dan fira,aku adalah gadis yang bernama kiswani usia ku 12 tahun asli tanah gayo  kota takengon. Salah satu kota yang berada di aceh. fira juga gadis yang berusia12 tahun asli takengon.aku  tinggal di desa jongok meluem kecamatan kebayakan, dan fira tinggal di desa bukit  kecamatan kebayakan. Di kecamatan kebayakan ada sekolah SMP yg bernama SMP NEGERI 13 TAKENGON . aku bersekolah disana sejak tahun 2009. Dan aku tidak mengenal siapa itu fira.
            Suara ayam jantan menyambut fajar menandakan pagi telah menjelang, aku bersiap-siap berangkat ke sekolah. Setibanya di sekolah aku bertemu dengan teman dekat ku yang bernama ike dan suci, disana kami berbincang-bincang, lalu suci berkata ’’kiswani sepertinya hari ini ada murid baru, tadi aku mendengar ibu guru berbincang-bincang’’  aku dan ike hanya terdiam. Bel masuk berbunyi,tetapi ketika kami mau masuk ke dalam kelas, ibu guru memanggil dan meminta tolong.’’dapatkah kalian membantu ibu mencuci piring di kantor’’. kami pun pergi ke kantor dan membantu guru-guru disana, tiba-tiba datang seorang gadis yang berbadan tinggi,dan berisi. Lalu aku bertanya’’nama kamu siapa?????’’. Dan gadis itu hanya tersenyum tidak menjawab sepatah kata pun. Setelah mencuci piring selesai kami pun masuk ke kelas dan mulai belajar.
            Bel istirahat pun berbunyi, tiga sekawan pergi ke kantin, dan aku melihat gadis pendiam tidak pergi ke mana-mana, lalu aku mengajak  gadis pendiam ke kantin, di perjalanan menuju ke kantin aku bertanya kepada gadis pendiam ‘’ mengapa kamu tidak mau menyebutkan siapa nama mu di sa’at aku bertanya tadi’’, gadis pendiam pun menjawab
’’aku bukan tidak mau menjawab tapi aku malu,nama aku fira’’. Dan aku pun hanya terdiam.
Bel pulang berbunyi, dan seluruh murid pun berkemas-kemas, tetapi ada beberapa murid yang tidak pulang termasuk aku,suci,dan ike . mereka tidak pulang karena besok akan ada perlomba’an membaca puisi,jadi kami berlatih. Tetapi ketika fira mau beranjak pulang,aku memanggil dan berkata’’fira nanti aja pulang, gimana kalau kita latihan puisi bersama’’ fira hanya tersenyum dan tidak jadi untuk beranjak pulang. Disa’at aku membacakan puisi ku yg berjudulkan
“SAHABAT SELAMANYA”
Sahabat ……….
Terasa dari hati yang paling dalam
Terucap dari lisan yang menawan
Sahabat …….
Tidak dapat di permainkan
Tidak dapat di lupakan
Sekarang dan selamanya
Suka………duka…….kita rasakan
Pahit manisnya persahabatan kita lewati
Kita lalui walau penuh tantangan dan rintangan..
Sahabat ku,,,,,
Berdiri aku di depan mu
Menatap wajah-wajah mu
Dan terucap di bibir ku
Kaulah sahabat untuk selamanya……^_^             by:kiswani
            Fira mendengarkan puisi tersebut,dan barkata’’ dapatkah aku menjadi sahabatmu untuk selamanya ???’’. aku tersenyum dan menjawab ‘’kamu akan menjadi sahabatku sekarang dan untuk slamanya’’
            Keesokan harinya, pertandingan puisi di mulai, tapi sayang fira tidak dapat mengikuti perlomba’an puisi karena ia sudah terlambat mendaftar. Fira biasa saja dan dia berharap semoga aku dapat memenangkan perlombaan puisi tersebut. Setelah pembaca’an puisi selesai,aku mengatakan bahwa apabila aku memenangkan perlomba’an puisi aku akan mengajak teman-teman ku makan di kantin dan yang pasti aku yang bayarin.
            Pembacaan pemenang pun di umum kan. Tapi sayang aku kalah. Dan aku pun merasa kecewa,tapi fira menyemangati ku,sampai aku tidak sedih lagi. Fira adalah sahabat ku semenjak fira masuk ke SMP.
            Bertahun-tahun berlalu,persahabatan kami pun semakin menggebu, hingga sekarang kami telah berumur 14 tahun.dan sa’atnya pembagian rapot sekaligus pembagian kelas. Ternyata fira dan aku berbeda kelas. Sedangkan aku,suci,dan ike satu kelas , tetapi aku dan suci lagi tidak baikan dengan ike. Akhirnya aku pun mengatakan kepada ibu guru bahwa fira harus satu kelas dengan ku, karena aku tidak bisa jauh dari fira sahabat dekat ku, fira pun di pindahkan ke kelas yg di duduki oleh ku,dan suci, sedangkan ike pindah ke kelas yg di duduki oleh fira sebelumnya.
            Beberapa bulan pun berlalu,ujian tengah semester(UTS) pun di mulai, aku,Fira,dan Suci pun sangat serius untuk menghadapi ujian,kami blajar dengan sungguh-sungguh dan berharap lulus dalam ujian, ujian di adakan pada 5 hari yaitu hari senin sampai hari jum’at, pada hari rabu ujian yang ke tiga , ternyata fira sedang sakit tetapi fira tidak mau memberi tahu pada siapa pun termasuk aku dan suci, dan orang tuanya sendiri.
            Tibala ujian hari terakhir yaitu hari jum’at. Pada hari itu sakitnya fira luar biasa , di sa’at itu lah dia mengeluh kesakitan, sebenarnya fira adalah gadis yang tidak suka mengeluh, dia selalu bertahan dengan apa yang ia rasakan, dia tidak ingin membuat orang lain merasa gelisah akan dirinya,fira adalah gadis yang luar biasa, tapi di hari jum’at itu dia mengeluh dan mengeluh, aku dan suci pun merasa khawatir akan dirinya, dan aku berkata pada fira
’’ fir gimana kalau kamu pulang aja,aku yang akan meminta ijin pada guru piket’’
tetapi fira tidak mau pulang karena dia ingin meneruskan ujiannya yang sedikit lagi akan selesai.
            Bel pulang berbunyi , semua murid bergegas untuk pulang,tetapi fira tidak sanggup bangun dari tempat duduknya,aku sahabatnya merasa ke bingungan apa yang harus aku lakukan, sedangkan fira hanya mengatakan , ‘’perut ku sakit’’!!!!!!!, suci berusaha menelpon orang tuanya,dan orang tua fira pun datang ke sekolah untuk menjemput fira, fira pun pulang dengan wajah yang pucat,aku dan suci merasa sedih.
            Pada malam harinya , fira menelpon ku dan mengatakan
,’’kiswani mungkin aku besok tidak bisa datang sekolah aku berharap kamu dapat memberi tau guru dan teman-teman’’.
 aku pun menjawab dengan rasa sedih, aku  pasti tidak akan bisa tanpa fira, fira sahabat terbaik ku, yang selalu ada dalam suka dan duka ku, di sa’at pagi hari aku memulai hari ku tanpa senyuman karena sahabat ku tidak ada di sisi ku,.
            Sepulangnya aku dari sekolah, fira pun menelpon ku , dia mengatakan kepada ku bahwa pada hari minggu dia akan datang ke rumah ku untuk bermain. Aku dengan senang hati menjawab bahwa aku akan menunggu fira sampai fira datang.
Keesokan harinya aku pun menunggu fira, tetapi sampai sore hari fira tak kunjung datang, aku merasa sedih,gelisah, memikirkan fira ,apakah sakit fira makin parah atau bagaimana..????
            Pada malam harinya yaitu malam senin, aku tidak bisa tidur, aku hanya memikirkan fira, ternyata fira menyuruh orang tuanya untuk menelpon ku, tetapi orang tuanya mengatakan,,
,’’ jangan malam ini fira mungkin kiswani sudah tidur,besok pagi kita akan menelponnya’’
, dan fira hanya menjawab, ‘’ ia bu’’,
dan ternyata malam itu adalah malam terakhir fira mengucapkan nama ku , azal pun menjemputnya.
            Pagi harinya orang tua fira menelpon ku dan mengatakan,
 ‘’ kiswani fira udah pergi meninggalkan kita untuk selamanya’’.
Aku hanya terdiam dan meneteskan air mata, dan aku tidak yakin dengan apa yang di katakana oleh orang tua fira, terbangun aku dari tidur ku dan berjalan menuju ke dapur dan mengatakan kepada ibu dan ayah ku
,’’ buk ,yah ,,fira telah pergi meninggalkan aku untuk selamanya’’,,,
ayah ku langsung menyuruh ku untuk mengganti baju ku dan bergegas menuju rumah fira,
            Di perjalanan menuju rumah fira, aku menagis meneteskan air mata ku, aku menyesal,,,karena di sa’at fira sedang sakit aku tidak datang untuk menjenguk fira, setibanya aku di rumah fira , aku langsung menuju jasad nya fira, dan mencium,memeluk  sahabat yg aku cintai, orang tua fira berteriak histeris ketika melihat ku, karena wajah ku hampir mirip dengan fira, dan karena aku adalah sahabat terdekat fira.aku benar-benar menyesal karena
Disa’at fira sakit aku tidak menjenguk fira
Disa’at jasad fira terbaring kaku , aku menyempatkan diri untuk berangkat ke sekolah,betapa bodohnya aku.
Disa’at jasad fira hendak di shalat kan, aku tidak khusyuk dalam melaksanakan shalat
Masih banyak lagi hal-hal bodoh yang ku lakukan ,, L

Jasad fira telah di kuburkan, senyuman yang dulu ada di bibir ku,canda dan tawa kini telah hilang,telah sirna di telan bumi.
            Kini fira telah pergi, dan persahabatan kami akan tetap abadi, dan aku berbaikan dengan ike, karena tiada hal yang indah tanpa sahabat.
‘’kini  aku diangkat sebagai anak oleh orang tua fira, begitu juga dengan aku……..’’
kini hidup ku dan teman-teman ku berjalan seperti biasa walau di dalam hati masih ada rasa rindu.dan fira tidak mungkin dapat kami lupakan sampai kapan pun, ia adalah sahabat terbaik dari yang paling terbaik.

‘’sahabat jangan di lupakan walau ajal menjemput karena sahabat selalu di hati sebagai penyemangat dalam suka dan duka.’’
By: kiswani



Tidak ada komentar:

Posting Komentar